May 30, 2024
Fokus SOLUSI

Sujud Saat Menenun Sekeping Hati

Jika ditanya, apakah waktu perdana (prime time) dengan Allah, maka saya akan menjawab, “Sujud.” Sujud begitu cocok dengan jiwa kehambaan dan kekerdilan seorang hamba. Sujudlah saat kita sebagai manusia betul-betul menjadi manusia dalam erti kata sebenar.

Apa maksud betul-betul menjadi hamba?

Maksudnya, kita tidak perlu berpura-pura menunjukkan bahawa diri kita ini hebat di hadapan Allah. Kita tidak perlu membawa pangkat, harta, gelaran, keturunan ternama, populariti, pakaian berjenama, kediaman yang nyaman dan sebagainya. Cukuplah kita bawa sekeping hati yang sudi patuh segala titahnya dengan sujud berkali-kali tanpa jemu dan lesu.

Lihat, apa yang kita sebut ketika sedang sujud.

Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi.

Ya, dalam keadaan yang merendah, bukan dengan membongkok, tetapi lebih lagi daripada itu iaitu sujud, kita menyebut-nyebut Allah itu sebagai Rab yang al-‘Ala (Maha Tinggi). Ironi bukan? Kita memuji-muji Allah sebagai Yang Maha Tinggi dalam keadaan kita sendiri begitu rendah bersujud.

Namun itulah saatnya kita mendaki puncak kehambaan!

Allah SWT berfirman:

Subscribe

Gain access to all our Premium contents.
More than 100+ articles.

Buy Article

Unlock this article and gain permanent access to read it.
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?